2,5 Tahun Mencari Keikhlasan (part 1)

Semuanya berawal dari kelas XII SMA, saat semua sibuk ngurusin untuk masuk perguruan tinggi impian mereka. Termasuk aku, aku yang sedikit berbeda dengan yang lain. Aku yang ber-IQ standart ini cukup beruntung mendapat kesempatan untuk memasuki PTN dengan jalur "SNMPTN Undangan". Tentu ini nggak akan aku sia-sia kan, aku menentukan pilihan terbaikku disini. Kedokteran & Kesehatan Masyarakat UNDIP serta Teknik Industri Pertanian & Kedokteran Hewan IPB. Kedua orang tuaku, menyerahkan seluruhnya keputusan padaku. Tapi ada sesuatu yang aku sembunyikan pada mereka. Aku hanya menceritakan pada orang tuaku kalo aku memilih UNDIP tanpa mengatakan IPB sebagai pilihan kedua.

Jujur, entah kenapa aku lebih memilih IPB sebagai pilihan. Aku yakin kalo setelah dari IPB aku akan merubah menjadi lebih baik. Menjadi laki-laki yang mandiri dan bertanggung jawab dengan sistem pendidikan yg diterapkan di IPB. Namun, kalo aku cerita pada orang tua saat itu. Mereka akan bersuara keras untuk menolaknya. Maka aku ambil keputusan untuk menutupi hal tersebut dan akan memberi pengertian kepada mereka pada saat setelah diterima di IPB.

Dan ternyata benar terjadi, aku diterima di Teknologi Industri Pertanian IPB. Dan diharuskan untuk melakukan daftar ulang. Dan betapa senangnya aku, saat mengetahui kedua sahabatku juga diterima di IPB. Aku nggak tau kalo setelah pengumuman ini, aku masih punya PR besar untuk meyakinkan orang tuaku agar memberikan restunya padaku belajar dia luar kota yang sangat jauh dari kota kelahiranku. Hasssh....

-BERSAMBUNG-

1 komentar on "2,5 Tahun Mencari Keikhlasan (part 1)"