Beralih ke Syariah

Posting kali ini tentang dunia perbankan. Aku mulai mengenal dunia perbankan sejak kelas 1 SMA. Awalnya sih cuma sering ikutan Ibu ke Bank BRI. Dari kecil aku diajarin Ibu nabungin uang yang aku punya di celengan. Rekening pertamaku saat itu adalah BRI Britama Junio. Waktu itu nggak ada niat untuk buat tabungan. Waktu itu mbak-mbak teller nawarin buat bikin tabungan khusus buat pelajar. Langsung aja deh bikin.

 Tabungan BRI Junio ini memang cocok buat pelajar, kelebihannya:
  1. Cover buku tabungannya lucu, ada 3 pilihan gambar kalo nggak salah (Superman, Tom and Jerry sama satu lagi tweety kalo nggak salah)
  2. Langsung dapat ATM dg gambar yg sama dengan buku tabungan. (dulu aku pilih Supermen)
  3. Biaya administrasi bulanannya cuma Rp. 5000.

Seneng banget lah awal-awal punya rekening baru. Tahun berlalu, dan semua berubah setelaha aku mulai kuliah. Karna udah lebih dari 17 tahun, jadi aku harus pindah ke rekening BRI biasa. Semuanya berubah, covernya diambil dan ATMnya diganti (selamat tinggal Superman). Tapi gpp lah. Dengan gantinya rekening ini biaya administrasi bulanannya menjadi Rp. 10.000. Dan mengharuskan Rp. 50.000 sebagai saldo minimal. Karena nggak rela pihak bank BRI mengambil uangku yg Rp. 50.000 itu, mendorongku untuk beralih ke bank Mandiri. Selain itu, katanya bank Mandiri ini nomor 1 dibidang kualitas pelayanannya. Well, awal bikin rekening Mandiri sangat amat ribet. Namun dg sabar aku mengikuti tahap demi tahap untuk membuka rekening di bank Mandiri. Untuk mendapatkan ATM dg ukiran nama pun aku harus menunggu 10 hari kerja. Dan seneng banget pas dapat ATM itu, terkesan eksklusif. Cukup nyaman aku menggunakan layanan bank Mandiri ini. Sudah ada e-banking, m-banking dan sebagainya yg memudahkanku untuk bertransaksi hanya lewat smartphone. Antrian saat melalukan setoran pun terbilang cepat, berbeda dengan bank BRI yg harus menunggu lama.

Namun karena saat melihat histori transaksi di buku tabungan, ternyata biaya administrasinya gede banget. Lebih dari Rp. 10.000. Memunculkan niat untuk murtad kembali. Aku mencari informasi layanan tabungan di semua bank konvensional. Dan sempat tergiur untuk membuka rekening di bank BCA. Sekilas bank BCA ini kurang lebih sama dg bank Mandiri. Namun bank BCA punya kelebihan, yaitu ATM yg ada dimana-mana. Denger-denger, cara membuka rekening di Bank BCA juga nggak kalah tibet. Setelah baca-baca, ada layanan perbankan yg membebaskan biaya administrasi bulanan dam tarik tunai dr ATM. Yup, namanya Bank BRI SYARIAH. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membuka rekening di Bank BRI Syariah.

Pertama masuk bank BRI Syariah, aku langsung di hadapkan oleh CS yang cantik dengan kerudung bermotif bunga-bunga. Dengan ramah, dia menyambutku dan menanyakan keperluanku. Oke, sebelum membuka rekening mbak CSnya menawarkan untuk menjelaskan layanan BRI Syariah secara singkat atau lengkap. Aku pun memilih yg lengkap (biar lamaan dikit menikmati karya sang Maha Pencipta). Penjelasan yg lengkap itu menjadi sangat singkat. Hahaha. Setelah selesai menjelaskan, mbak CS meminjam KTP untuk proses pembukaan rekening. Aku pun disodori formulir yg harus aku isi. Prosesnya nggak bertele-tele dan ribet, mbak CSnya pun dg senang hati menjawab setiap pertanyaan yg aku lontarkan.

Nggak butuh waktu lama, aku sudah menjadi nasabah Bank BRI Syariah dg berbagai keuntungan:
  1. Setoran awal minimal Rp. 50.000
  2. Setoran selanjutnya minimal Rp. 20.000
  3. Saldo minimal Rp. 25.000 (buku tabungan tidak akan di blokir selama masih ada Rp. 25.000)
  4. Bebas biaya administrasi bulanan dan biaya penggunaan ATM (penting banget nih)
  5. Sudah ada layanan call-BRIS, SMS-BRIS dan mobile-BRIS
  6. Lagsung mendapatkan ATM BRI Syariah.

Setelah menerima buku tabungan dan ATM, aku langsung dipersilahkan ke teller untuk melakukan setoran pertama. Dan setelah setoran pertama, aku sudah bisa menikmati layanan dari Bank BRI Syariah. Alhamdulillah, ada bank yg berbasis syariah. Jadi bebas riba deh.

Tidak ada komentar on "Beralih ke Syariah

Leave a Reply